MENGAPA BELAJAR TENTANG PENCIPTAN DAN EVOLUSI ITU SANGAT PENTING ?


Pengajaran evolusi telah mengguncang iman banyak siswa Kristen.Umumnya, siswa tidak dipersiapkan menghadapi pengajaran evolusi.Dasar iman Alkitabiah dapat meneguhkan siswa dalam keyakinannya.
Ada 25 pertanyaan penting yang dapat menunjukkan betapa rapuhnya dasar teori evolusi. Empat pertanyaan kuat" dapat digunakan siswa untuk membuka dialog tentang evolusi di sekolah umum.

Penelitian Menunjukkan: Sebagian Besar Orang Muda Kristen Meninggalkan Gereja Setelah Lulus SMA

Meskipun angka pastinya bervariasi antara 50 Persen hingga 60 persen, satu hal yang jelas: terlalu banyak orang muda meninggalkan gereja. Mengapa ini terjadi? Kami mengidentifikasi enam alasan utama, dan isu Penciptaan Evolusi berkaitan dengan sebagian besar alasan initerutama yang berkaitan dengan keraguan intelektual.

Enam Alasan Mengapa Orang Muda Meninggalkan Iman Kristen Setelah SMA
Alasan 1 Budaya yang Bermusuhan dan Lingkungan Kampus yang Sekuler

Selama masa SMA dan setelah kuliah, kaum muda dibanjiri dengan pandangan sekuler dan ide-ide evolusioner. Hampir semua kampus non Kristen mengajarkan dari sudut pandang dunia sekuler dan mempromosikan evolusi. Yang menyedihkan, bahkan banyak kampus Kristenyang juga melakukan hal yang sama (menolak ketakbersalahan Alkitab, menerima evolusi teistik, bahkan menyangkal bahwa Adam adalah manusia nyata

Siswa Kristen yang tetap percaya kepada Alkitab sering diejek, baik di dalam maupun luar kelas, seolah mereka bodoh karena berpegang pada pandangan dunia Alkitabiah yang ditolak oleh sains. Namun, seri pelatihan ini menyediakan bukti ilmiah yang mendukung Alkitabdan itu dapat membuat perbedaan besar.

Alasan 2 Ketidaksiapan
Siswa sering tidak dibekali sumber daya yang cukup untuk membela iman mereka. Orang tua pun seringkali tidak mengambil waktu untuk membahas ide-ide duniawi atau menanamkan kebenaran Alkitabiah yang menjadi jangkar pemikiran. Hasilnya? Banyak siswa tidak memiliki fondasi Alkitabiah dan pandangan dunia Kristen yang kokoh.

Gereja juga berkontribusi dalam masalah ini. Banyak gereja yang menghindari topik kontroversial seperti asal usul, dan banyak pemimpin tidak cukup terlatih dalam pentingnya otoritas Alkitab dan doktrin. Kisah penciptaan dalam Kejadian seringkali diabaikan atau disampaikan dengan sikap "Tuhan bisa saja menciptakan dengan cara apa pun," yang berujung pada relativisme: “Alkitab bisa berarti apa saja.”

Alasan 3 Ketidaksadaran Akan Pertempuran Rohani di Perguruan Tinggi

Siswa Kristen sering tidak sadar bahwa mereka sedang berada di medan perang rohani. Alkitab berkata:
Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya. (1 Petrus 5:8)

Sikap sadar berarti kita harus benar-benar memahami bahwa kita berada dalam pertempuran ideologi. Dan sikap berjaga-jaga menekankan bahwa ada pemangsa yang mengincar. Pengajaran evolusi yang masif adalah salah satu senjata utama si musuh untuk menjatuhkan iman generasi muda.

Alasan 4 Akar yang Dangkal

Yesus mengajarkan tentang benih yang jatuh di tanah berbatuitu menggambarkan iman tanpa akar. (Matius 13:5–6). Banyak remaja Kristen tidak memiliki pemahaman yang kokoh tentang dasar iman Kristen, doktrin dasar tentang Tuhan, manusia, keselamatan, dan mengapa hanya Kristus yang bisa menyelamatkan. Kolose 2:6 mendorong kita untuk “berakar dan dibangun di dalam Dia, dan diteguhkan dalam iman.”

Alasan 5 Keinginan Dosa

Banyak siswa yang setelah keluar dari rumah mulai mengeksplorasi kebebasan termasuk melakukan hal-hal yang dilarang saat tinggal di rumah. Mereka mencari pembenaran intelektual untuk melepaskan diri dari batasan moral, dan teori evolusi memberikan pembenaran dunia tanpa Tuhan, sehingga mereka merasa lebih bebas dari rasa bersalah.

Dr. Charles Stanley berkata, “Setiap kali kita berdosa, itu karena kita punya masalah dalam percaya.” Jika kita benar-benar percaya bahwa Yesus hadir dan melihat kita setiap saat, akan jauh lebih sulit untuk berbuat dosa.

Alasan 6: Keraguan Intelektual
Siswa sekolah umum mendapat ratusan halaman pengajaran tentang evolusi. Di California, misalnya, siswa SMA mempelajari lebih dari 250 halaman topik evolusi. Semua ini menanamkan benih keraguan yang, ketika memasuki bangku kuliah, tumbuh menjadi keraguan besar—seringkali di kelas filsafat, biologi, geologi, antropologi, psikologi, atau sosiologi.

Bagaimana Sebagian Besar Siswa Kristen Menanggapi Evolusi?

Kami mengkategorikan lima respon siswa terhadap pengajaran evolusi, dari yang terburuk hingga terbaik

1. Kehilangan iman: Mereka meninggalkan iman Kristen dan mempercayai alam sebagai pencipta.
2. Apatik: Tidak peduli, tidak percaya Tuhan menciptakan mereka secara khusus.
3. Kompromi (Theistic Evolution) Percaya Tuhan menciptakan melalui cara kejam evolusi dan seleksi alam.
4. Bertahan: Tetap beriman tapi tidak membantu orang lain.
5. Pemberita Beriman kuat, menantang pengajaran evolusi, dan membawa orang lain kepada kebenaran.

Tips untuk Siswa Kristen di Sekolah Umum
1. Ketahuilah bahwa guru dan sekolahmu bukan musuh evolusi adalah kurikulum wajib.
2. Persiapkan diri sebelum materi evolusi diajarkan.
3. Jangan berdebat dengan guru.
4. Tanyakan pertanyaan yang bijak saat pelajaran evolusi.
5. Ajukan pertanyaan lanjutan sepertiAp a maksud Anda dengan itu? atau Apa dasar kesimpulan Anda?
6. Diskusikan lebih lanjut dengan teman-teman setelah kelas.
7. Bantu selenggarakan seminar penciptaan dan undang teman sekolah.