GENERASI DALAM PENCARIAN
Shalom kawan-kawan YWAMers di seluruh Indonesia! Keadaan dunia dan situasi dalam negeri yang sedang terjadi di bidang sosial, politik, alam, agama, kepercayaan, dan media telah mendorong serta menghasilkan pergeseran nilai dan pandangan hidup. Kita sedang disuguhkan dengan maraknya kehidupan yang penuh dinamika yang sulit diprediksi, serta standar hidup oportunis tanpa norma yang kuat (1). Generasi ini menjadi generasi yang begitu dinamis dalam tekanan karena perubahan yang menghasilkan kekosongan jiwa, sehingga membuat mereka berada dalam kondisi “pencarian” jati diri dan pegangan hidup (2)
Mereka kehilangan kepercayaan pada pemimpin—baik negara maupun rohaniwan—karena kebijakan yang tidak memihak masyarakat lemah, praktik korupsi, ketidakadilan, ketidakbenaran, serta ketidakjujuran dalam pengelolaan kekayaan alam(3). Pemimpin rohani yang aneh dalam pengajaran, terlibat imoralitas, dan intoleransi membuat generasi ini dipenuhi tanda tanya: siapa yang dapat dipercaya? Orang tua dan orang dewasa lainnya gagal menjadi teladan karena kata-kata dan perbuatan bertolak belakang (4).
Sebenarnya ini adalah kesempatan bagi kita untuk menjawab dan memenuhi pencarian mereka(5).
YWAM sering dipakai Tuhan melahirkan bentuk-bentuk pelayanan baru sebagai respons profetik menjawab kebutuhan manusia pada suatu generasi(6). Tentunya sebagai warga bangsa yang Tuhan titipkan di negara ini, Tuhan punya rencana untuk memakai kita sebagai jawaban(7).
Ciri-ciri Generasi Z terkait moralitas & integritas
1. Kritis terhadap otoritas
Generasi Z mudah kehilangan kepercayaan pada pemimpin politik, agama, maupun tokoh publik bila ada kasus korupsi, pelecehan, atau kemunafikan(8). Mereka lebih percaya pada bukti nyata (transparansi) daripada sekadar jabatan(9).
2. Menolak kemunafikan
Mereka sangat sensitif terhadap gap antara ucapan dan tindakan(10). Integritas dinilai dari konsistensi, bukan tradisi (11).
3. Peduli isu keadilan & kemanusiaan Mereka terbuka pada kesetaraan gender, HAM, anti-bullying, dan anti-kekerasan(12), serta aktif dalam advokasi sosial melalui media digital (13).
4. Relativisme moral
Hidup di dunia digital membuat mereka terbiasa melihat moralitas dari banyak perspektif (14). Positifnya: toleran. Negatifnya: sering bingung menentukan benar-sala (15).
5. Integritas = Autentisitas
“Jadi diri sendiri” adalah nilai utama(16). Integritas berarti keberanian tampil apa adanya (17).
6. Cepat bereaksi pada ketidakadilan
Media sosial membuat mereka cepat memviralkan isu ketidakadilan(18). Transparansi publik menjadi ukuran integritas (19).
7. Mencari spiritualitas otentik
Banyak yang tidak puas dengan agama formal bila dirasa kaku(20). Mereka cenderung mencari spiritualitas personal: meditasi, self-healing, atau kembali ke budaya leluh (21)
Dimensi Historis: Sabdo Palon dan Kebangkitan Spiritualitas Jawa Sabdo Palon, penasihat spiritual Brawijaya V, pernah meramalkan kebangkitan kembali “agama leluhur” setelah 500 tahun kejatuhan Majapahit (22). Tafsir sebagian orang Jawa menempatkan tahun 1978 dan 2027 sebagai masa kebangkitan kembali kebatinan Jawa (23).
Fenomena ini harus dipahami gereja sebagai tanda kehausan rohani generasi yang sedang mencari pegangan hidup (24). Jika kekosongan ini tidak diisi oleh Injil, maka akan cepat terisi oleh ajaran atau juru selamat lain(25).
Refleksi Misiologi
Sejarah mengingatkan kita: Jepang pernah meminta 10.000 misionaris pasca Perang Dunia II, namun hanya sedikit yang datang (26). Hasilnya, Jepang tetap sulit dijangkau Injil hingga kini (27). Hal yang sama bisa terjadi pada generasi ini bila kesempatan emas ini dibiarkan lewat.
Oleh karena itu, generasi Kristen perlu mengambil kesempatan profetik untuk memperkenalkan Kristus sebagai jawaban sejati bagi generasi yang sedang dalam pencarian (28). Imanuel.
DAFTAR PUSTAKA :
1. Castells, M. (2010). The rise of the network society (2nd ed.). Wiley-Blackwell.
2. Arnett, J. J. (2015). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties (2nd ed.). Oxford University Press.
3. Mannheim, K. (1952). Essays on the sociology of knowledge. Routledge & Kegan Paul.
4. Fowler, J. W. (1981). Stages of faith: The psychology of human development and the quest for meaning. Harper & Row.
5. Bosch, D. J. (2011). Transforming mission: Paradigm shifts in theology of mission (20th anniversary ed.). Orbis Books.
6. Stott, J. (2017). The contemporary Christian: Applying God’s word to today’s world. IVP Books.
7. Wright, C. J. H. (2010). The mission of God’s people: A biblical theology of the church’s mission. Zondervan.
8. Twenge, J. M. (2017). iGen: Why today’s super-connected kids are growing up less rebellious, more tolerant, less happy—and completely unprepared for adulthood. Atria Books.
9. Smith, C., & Snell, P. (2009). Souls in transition: The religious and spiritual lives of emerging adults. Oxford University Press.
10. Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
11. Erikson, E. H. (1993). Childhood and society. W. W. Norton & Company.
12. Frankl, V. E. (2006). Man’s search for meaning. Beacon Press.
13. Jenkins, H. (2006). Convergence culture: Where old and new media collide. New York University Press.
14. Couldry, N. (2012). Media, society, world: Social theory and digital media practice. Polity.
15. McLuhan, M. (1994). Understanding media: The extensions of man. MIT Press.
16. Ricklefs, M. C. (2008). A history of modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.
17. Pigeaud, T. G. T. (1962). Java in the 14th century: A study in cultural history. Springer.
18. Woodward, M. R. (2011). Java, Indonesia and Islam. Springer.
19. Bosch, D. J. (2011). Transforming mission: Paradigm shifts in theology of mission. Orbis Books.
20. Wright, C. J. H. (2010). The mission of God’s people: A biblical theology of the church’s mission. Zondervan.
21. Smith, C., & Snell, P. (2009). Souls in transition: The religious and spiritual lives of emerging adults. Oxford University Press.
22. Ricklefs, M. C. (2008). A history of modern Indonesia since c. 1200 (4th ed.). Stanford University Press.
23. Pigeaud, T. G. T. (1962). Java in the 14th century: A study in cultural history. Springer.
24. Woodward, M. R. (2011). Java, Indonesia and Islam. Springer.
25. Frankl, V. E. (2006). Man’s search for meaning. Beacon Press.
26. Bosch, D. J. (2011). Transforming mission: Paradigm shifts in theology of mission. Orbis Books.
27. Stott, J. (2017). The contemporary Christian: Applying God’s word to today’s world. IVP Books.
28. Wright, C. J. H. (2010). The mission of God’s people: A biblical theology of the church’s mission. Zondervan.
WANITA DI GEREJA KORINTUS : Ada Apa Dengan Mereka ?
Pengantar Peran wanita dalam gereja adalah salah satu isu paling hangat dalam diskusi…
Wednesday, 23-Jul-20
Misa
1. Misa adalah Jantung Sistem Katolik Roma Di dalam sistem Katolik Roma, Misa…
Wednesday, 23-Jul-20
Pengakuan Dosa kepada Imam
1. Sakramen Pengakuan Dosa Dalam ajaran Katolik Roma, pengakuan dosa kepada imam (auricular…
Wednesday, 23-Jul-20
Ibadah Kepada Orang-Orang Kudus
1. Penghormatan atau Penyembahan? Salah satu praktik menonjol dalam sistem Katolik Roma adalah…
Wednesday, 23-Jul-20
Kedudukan Maria dalam Teologi Katolik Roma
Dalam sistem Katolik Roma, Maria, ibu Yesus, menempati tempat yang sangat tinggi —…
Wednesday, 23-Jul-20
Kedudukan Paus dalam Sistem Roma
Salah satu pilar utama dari sistem Katolik Roma adalah kepercayaan bahwa Paus, Uskup…
Wednesday, 23-Jul-20
-
Pengertian yang Salah tentang Gereja
Salah satu kekeliruan terbesar dalam sistem Katolik Roma adalah tentang pengertian "Gereja". Dalam pengajaran Roma, Gereja bukanlah persekutuan semua orang percaya sejati, melainkan… -
Kontras antara Negara-Negara Protestan dan Katolik Roma
Kontras antara Negara-Negara Protestan dan Katolik Roma Fakta yang tak terbantahkan adalah bahwa negara-negara Protestan di Eropa dan benua Amerika cenderung lebih kuat,… -
Protestanisme dan Kekristenan Abad Pertama
Protestanisme dan Kekristenan Abad Pertama Sejak zaman Perjanjian Baru, selalu ada orang-orang yang menerima prinsip-prinsip dasar yang kini disebut Protestanisme. Maksudnya adalah: mereka…
-
Romanisme sebagai Perkembangan Sepanjang Zaman
Salah satu hal pertama yang ingin kami tunjukkan dalam kajian ini adalah bahwa Gereja Katolik Roma tidak selalu seperti yang ada sekarang. Keadaannya… -
Katolik Roma sebagai Pertahanan yang Lemah terhadap Komunisme
Katolik Roma sebagai Pertahanan yang Lemah terhadap Komunisme Kami tidak ragu untuk mengatakan bahwa sebagian besar negara-negara Katolik Roma, jika dibiarkan sendirian, kemungkinan… -
BAB 1 : Latar Belakang Sejarah - Roman Catholicism Loraine Boettner
Di Amerika abad ke-20 ini, hanya sedikit dari kita yang menyadari betapa berharganya warisan yang kita miliki dalam bentuk kebebasan beragama, kebebasan berbicara,…