Fenomena Perang Doktrin Antar Apologet Kristen Di Youtube
Kemajuan Serta Kebaharuan Teknologi Digital Dan Media Sosial Sampai Kepada Era 4.0 ini Memberi Dampak Yang Besar Bagi Dunia Kekristenan
Sadar atau tidak, manusia abad ini telah begitu tergantung terhadap teknologi, Dalam Konteks Sempit tulisan Teknologi Yang Akan Dibahas Adalah Digital Media/Sosial Media ( YouTube, Facebook, Instagram) Serta berbagi Platform media sosial lainnya
Sangat sederhana cara kita menguji ketergantungan ini. Betapa mudah manusia menjadi begitu gelisah kalau dalam waktu satu minggu terpisah dari internet, telepon genggam, dan kendaraan.
Hidup manusia seolah langsung menjadi kacau balau dan “hancur berkeping-keping” begitu terpisah dari tiga hal tersebut. Dari sudut pandang ini, Saya ingin menyinggung definisi dasar mengenai ilah.
Ilah bukan saja suatu patung yang disembah, juga bukan hal-hal mengerikan/buruk yang menjerat/meracuni manusia semata. Ilah sesungguhnya bisa dimengerti sebagai hal yang lumrah, baik, dan normal, namun hal tersebut telah menggantikan posisi Tuhan sebagai yang terutama dalam hidup manusia.
Ilah bisa saja mengambil bentuk ambisi seseorang, keluarga, teman dekat, harta kekayaan, perasaan ingin dihormati, penampilan fisik, bakat/talenta, dan tentu saja, teknologi. Kebanyakan manusia zaman ini sepertinya lebih merasa membutuhkan teknologi dibandingkan Allah. Dengan mengerti atau memiliki teknologi tertentu, manusia merasa mendapatkan stabilitas, kemudahan, keamanan, akses, dan berbagai kemungkinan yang dapat terbuka lebar.
Tidak heran, manusia dalam zaman ini begitu berlomba-lomba untuk membeli berbagai bentuk alat/teknologi yang paling baru/mutakhir.
Neil Postman dalam bukunya yang berjudul Technopoly juga memberikan berbagai peringatan dan analisis kristis mengenai teknologi. Menurut Postman, perkembangan kebudayaan manusia dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tipe, dan teknopoli adalah tipe yang terakhir. Tiga tipe tersebut adalah sebagai berikut: pengguna teknologi (tool-using culture), teknokrasi (teknologi menjadi semakin dominan dan bersifat otonom), dan teknopoli. Nantinya dalam era teknopoli, masyarakat tidak lagi menggunakan teknologi sebagai alat pembantu semata (support system). Namun lebih jauh lagi, teknologi menjadi pusat, pembentuk, pemberi nilai, dan memiliki dampak masif dalam aspek politik, seni, edukasi, dan bahkan memberikan definisi ulang mengenai apa itu kebenaran. Dalam fase ini, manusia akan berada dalam status ketergantungan mutlak terhadap teknologi.
Berikut Link Bukunya Yang Rekans Bisa Download Free Dari Google Drive Saya Klik link didalam tanda kurung ini ( https://bit.ly/3kvi1UD )
Kekristenan Pada Era 4.0 ini juga bertumbuh Dan Berkembang Tidak Lepas Dari Peran Teknologi Dan Pemanfaatan Teknologi, Dimana Media Audio Visual, Podcast, Film, Literatur Digital, Ebook/Pdf, Artikel, Journal, Blog, Website , Media Sosial Facebook, Instragram Dan Youtube, Bahkan Yang Ngetrend Hari Ini Disebut Zoom, Sampai-sampai Istilah Baru Zoomer Generation Tercipta
Kemajuan Dan Kebaharuan Teknologi Membuat Akselerasi Dunia Kristen Berkembang Pesat Dengan Data Digital, Yang Bisa Di Akses Secara Cepat darimana saja, Setiap Strata Dalam Kekristenan Dari Pribadi Maupun Kepada Organisasi Gereja, Semua Memanfaatkan Teknologi untuk Pelayanan, Sampai Pada Titik Ini Maka Kekristenan Harus Bersyukur Untuk Kemajuan Dan Kebaharuan Teknologi pada Era 4.0 ini.
Di dalam zaman postmodern ini, teknologi informasi dan media massa memberikan pengaruh yang semakin signifikan, terutama dalam membentuk pemikiran dan persepsi seseorang, baik dalam level individu maupun komunitas. Perkembangan teknologi informasi telah begitu memudahkan manusia untuk menyimpan, mengolah, menginterpretasi, dan memaparkan informasi.
Ditengah Masa Pandemik COVID19, Dalam Beberapa Bulan Ini Kita Disuguhkan Perang Doctrinal dimana Medan Laganya Adalah Platform Digital Media (YouTube Dan Facebook) kalau Kita Yang sudah Terbiasa Dengan Alogaritma YouTube, ketika Kita Menggunakan Tahar Atau Search pada Kotak Search Enginer Facebook Atau YouTube Kata Trinitas, Kesesatan, MYM (Mana Yang Mana) JT (Jordan Teduh) SD (Sang Dongeng ) LT ( Layar Tancap) Maka Akan Muncul Video- Video Perdebatan Mereka Yang Lagi Fenomena.
Ketika Mengamati Perdebatan-Perdebatan Tersebut Maka Saya Menyimpulkan 2 Jenis Youtuber Kristen Tersebut Sebagai Berikut :
1. Mereka Adalah Para Pdt Yang Terdidik Dalam Pokok-Pokok Ajaran Dan Iman Kristen, Menggembalakan Gereja, Melakukan Pelayanan Apologai Dengan Baik Dan Benar, Berlatar Belakang Akademis, Secara Konsisten Melayani Dalam Bidang Apologia, Mereka Menggunakan YouTube Sebagai Media, Dengan Demikian Maka Mereka disebut Youtuber
2. Mereka Adalah Para Pegiat Medsos, Mereka Kristen, Mencoba Menjadi Apologet Dadakan Dengan Pemahaman Seadanya (Bahkan Googling) Mencoba Mengais Recehan Monetisasi Dengan Subscribe dari Perdebatan Theologia Serta Kekisruhan Teologi, Menggunaka Trik Marketing, Ingin PANSOS, Mereka Ini Juga Disebut Youtuber
Perdebatan Teologis Diantara Mereka Bukan saja Pada Hal-hal Yang Esensial Dan Doctrinal Tetapi juga Hal- hal Sepelah soal Salah Ucap dan Lain Sebagainya, Sampai Berujung Pada Saling Mencela, Memaki, Mengancam Pidana, Saling Membuka Bobrok, Dan Bahkan Mencari Data Pribadi soal Lawan Debatnya, Tragis !. Perdebatan Teologis tidak lagi terhormat, Elegan, Intelektual sertaa Mendidik, Tetapi Berujung kepada Saling Serang
APA LANDASAN ALKITAB SOAL APOLOGIA?
1 Petrus 3:15-16 Tetapi kuduskanlah Kristus di dalam hatimu sebagai Tuhan! Dan siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab kepada tiap-tiap orang yang meminta pertanggungan jawab dari kamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi haruslah dengan lemah lembut dan hormat, dan dengan hati nurani yang murni, supaya mereka, yang memfitnah kamu karena hidupmu yang saleh dalam Kristus, menjadi malu karena fitnahan mereka itu.
Dari Dua Ayat Diatas Maka Ada 5 Point' Yang Saya Ekstrak Menjadi Kebenaran Praktis Berkaitan Dengan Konteks Tulisan Ini
1. Menguduskan Diri
1Pet 3:15 "tetapi kuduskanlah" Ini adalah sebuah AORIST ACTIVE IMPERATIVE, yang berarti suatu tindakan di masa lalu tentang menkhususkan seseorang untuk digunakan Allah (ini juga mungkin mencerminkan Yes 8:14, yang memiliki kata "tempat kudus"). Orang percaya harus menguduskan Kristus dalam hati mereka sebagaimana Kristus menguduskan diri-Nya bagi mereka (lih. Yoh 17:19).
Perhatikan bahwa dalam 1Tes 5:23 Allah lah yang menguduskan orang percaya. Sekarang orang percaya diperintahkan untuk menguduskan diri mereka sendiri. Ini adalah paradoks perjanjian dari iman alkitabiah (bandingkan Yeh 18:31 dengan Yeh 36:26-27). Allah berdaulat, namun manusia juga bebas dan harus melaksanakan kebebasan tersebut dalam kehendak Allah. Dan bagaimana kita menguduskan Kristus?
1. dengan kasih kita pada satu sama lain (1Pet 3:8-9)
2. dengan kehidupan kita (1Pet 3:13-14)
3. dengan kesaksian verbal kita (1Pet 3:15)
Seorang Apologet Harus Menguduskan Kristus Dalam Kehidupannya Sebelum Dia Sendiri Melakukan Pelayanan APOLOGIA
( Kotbah Saya Minggu 20 September Juga Membahas Hal ini bisa Dilihat dan di klik disini
( https://bit.ly/3hJQ61v )
2. Harus Terdidik Dalam Pokok-Pokok Ajaran Kristen
siap sedialah pada segala waktu untuk memberi pertanggungan jawab" Ini adalah istilah Yunani apologia, yang merupakan kata majemuk apo (dari) dan logos (kata). Hal ini menunjuk pada pembelaan hukum dalam latar belakang ruang sidang (Kis 19:33; 22:1; 25:16; 26:1,2,24). Naskah ini sering digunakan untuk mendorong orang percaya untuk menjadi saksi penginjilan, yang memang sangat dibutuhkan, tapi dalam konteks, ini mungkin menunjuk pada pengadilan atau interogasi resmi. Perhatikan bahwa adalah penting bagi semua orang percaya untuk memiliki presentasi yang logis, dan siap tentang iman mereka dalam Kristus, baik untuk pengadilan atau untuk tetangga. Setiap orang percaya harus siap menjadi saksi verbal! "tentang pengharapan yang ada padamu" Orang-orang percaya sekarang hidup dengan cara yang saleh karena kepercayaan mereka dalam janji-janji dan kembalinya Kristus.
3. Dengan Lemah Lembut
dengan lemah lembut dan hormat" Istilah yang pertama digunakan untuk istri di 1Pet 3:4, yang menggambarkan sikap yang menyenangkan Tuhan. Hal ini berlaku, tidak hanya dalam hubungan interpersonal rumah, tetapi juga hubungan orang percaya kepada orang lain, bahkan mereka yang menghasut penganiayaan ( 2Tim 2:25).Istilah yang kedua sering digunakan dalam I Petrus dan juga mencerminkan suatu masa penganiayaan dan ancaman (lih. 1Pet 1:17; 2:17,18; 3:2,15).
4. Hormat
Kita harus menghormati Allah dan karenanya, menghormati bahkan tuan, suami, dan penganiaya yang tidak percaya, sementara kita menyaksikan kuasa dan kerajaan-Nya.
5. dengan hati nurani yang murni
Awalnya istilah Yunani ini merujuk pada kesadaran yang berkaitan dengan panca indera. Kata ini lalu digunakan untuk indera batin ( Rom 2:15). Paulus menggunakan istilah ini dua kali dalam pengadilannya di Kisah Para Rasul ( 23:1 dan 24:16). Kata ini menunjuk pada perasaannya bahwa ia tidak secara sengaja melanggar kewajibannya terhadap Allah (1Kor 4:4).
Nurani adalah pemahaman berkembang mengenai motif dan tindakan orang percaya berdasarkan
1. pandangan dunia Alkitab
2. Roh yang berdiam
3. pengetahuan tentang firman Allah
4. penerimaan pribadi akan Injil
Berdasarkan 5 Hal Diatas Yang Bersumber Dari 1 Petrus 3 : 15-16 Maka Sejatinya Seorang Apologet Kristen Yang Mature (Dewasa) Dapat Menggukan Media Digital Sebagai Salah Satu Tools di Era 4.0 ini untuk Pelayanan Apologai Dengan Baik, Benar, Terhormat, Serta Mengedukasi Rancang Bangun Fondasi Teologi Masyarakat Kristen 4.0 Secara Komprehensif, Proporsional, Dan Jujur, Serta Biblika.
Semoga Haraparan Ini Bisa Di Satyawacanakan Para Youtuber/Apologet Kristen Dalam Hari-Hari Ke Depan Dengan Membangun Atmosfir Yang Bermartabat, Terdidik, Beretika Bermoral Dalam Ruang-Ruang Diskusi Kristen.
Penulis : El Roi Israel Sipahelut
GBI Kapernaum Negara |Minggu 20 September 2020 | 22.19 WITA
Sumber :
Alkitab ITB
Tafsiran Utley
Technopoly, Neil Postman
4. Fungsi Interpretasi dalam Konteks Postmodern : Juan Intan Kanggrawan
5. Kotbah El Roi Israel Sipahelut di YouTube ( Menguduskan Kristus Dalam Kehidupan )