KAMI TAK AKAN MELAYANI ALLAHMU

Pada saat pemakaman ayahnya, yang adalah seorang gembala di sebuah gereja besar, anak perempuanya (yang adalah seorang pekerja seks komersial), memperhatikan dan mendengarkan anggota-anggota gereja melukiskan semua perbuatan-perbuatan indah yang telah dilakukan oleh almarhum pada gerejanya yang memiliki 10.000 anggota itu. Selama hidupnya sang hamba Tuhan juga memiliki pelayanan luas melalui televisi.

Mereka bicara tentang kepeduliaannya, kasihnya, kemurahan hatinya, tanda-tanda dan mujizat yang terjadi dalam pelayanannya serta kelembutannya sewaktu ia masih hidup.Namun setelah upacara pemakaman berakhir, anak perempuan hamba Tuhan itu bertanya kepada saudarinya dan ibunya, “Siapakah orang yang dibicarakan oleh orang-orang di pemakaman tadi? Apakah ia pria yang sama yang membesarkan kita? Mereka semua pasti berdusta!” Semua anak-anak, termasuk Jack (seorang pecandu narkoba) pun setuju bahwa mereka semua orang itu bicara dusta.

Namun ibunya menjawab, “Mereka tidak sedang bicara dusta. Ayahmu memang seorang hamba Tuhan yang baik, namun ia adalah seorang suami dan ayah yang buruk. Ia merawat dan mengembangkan gereja namun ia meninggalkan keluarganya tak terurus. Api ada dalam tulang-tulangnya untuk bekerja bagi Allah, namun cinta, rasa sayang dan keintiman tidak pernah ada dalam pikirannya buat keluarganya. Saya adalah istrinya namun gereja adalah gundiknya. Ia mencintai gundiknya dan mengabaikan istrinya. Ia memenangkan gereja namun kehilangan keluarganya. Betapa memalukan!”

Di kemudian hari, anak-anak meletakkan pusara di makam ayahnya, dengan tulisan seperti ini:“Ayah, engkau menggembalakan dan merawat mereka namun mengabaikan kami. Ayah, engkau banyak sekali menyelenggarakan KKR namun keluargamu tidak pernah dibangunkan.Ayah, engkau mengkonseling mereka, namun kami hidup tanpa bimbingan.Ayah, engkau seorang gembala namun hidup tanpa sebuah padang rumput, engkau menunjukkan kasih kepada mereka namun kami hidup di padang gurun tanpa kasih sayang.

Ayah, engkau adalah seorang gembala, konselor yang sukses namun benar-benar gagal total sebagai suami dan ayah.Ayah, kami hampir tidak tahu bahwa engkau sudah mati karena engkau memang tidak pernah ada bagi kami.Inilah hal yang kamu janjikan kepadamu: Kami tidak akan pernah menyembah-melayani Allahmu!”
(Bagikanlah kepada setiap hamba Tuhan, pelayan Tuhan dan pemimpin Gereja, banyak keluarga hamba Tuhan, pelayan Tuhan dan pemimpin gereja serta sedang terluka. ) Jadilah orang yang bukan hanya hebat di luar tetapi awali kehebatan mulai dari keluarga.