KOMUNISME VERSUS ISLAMISME


Memperingati G30S/PKI, hari ini di beranda banyak yang menulis ttg kekejaman PKI. Namun banyak yang tidak jujur dalam menyampaikan fakta sejarah. Banyak narasi yang muncul bahwa Komunisme (di Indonesia disebut Partai Komunis Indonesia) adalah musuh Islam. Banyak tokoh Islam yang dibantai PKI saat itu. OK, saya setuju, PKI sangat kejam, namun benarkah satu-satunya korban hanya dari kalangan Islam saja? Sedangkan tokoh - tokoh PKI banyak di isi oleh orang - orang Islam religius. Muso, dedengkot PKI, yang pernah memproklamirkan Negara Soviet Indonesia di Madiun untuk menggantikan Pancasila menjadi Komunisme, ternyata pernah menjadi pengurus Sarikat Islam (yang kemudian berubah menjadi Masyumi yang di dalamnya ada NU, Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam, dll), dan bapaknya adalah seorang kyai besar dari Kediri, bernama KH Hasan Muhyi alias Rono Wijoyo.

Kita mundur ke belakang sejenak, dulu HOS Tjokroaminoto (Pimpinan Sarikat Islam) punya 5 murid yang nyantri di rumahnya. 5 murid itu adalah Muso, Alimin, Semaun, Kartosuwiryo, Soekarno. Muso, Alimin, Semaun menjadi tokoh kiri 'leftist' Indonesia (Komunis), Kartosuwiryo mendirikan Darul Islam, ekstrim kanan. Soekarno seorang nasionalis yang mencoba menggabungkan 3 idelogi secara bersamaan dengan tujuan menjaga persatuan rakyat Indonesia agar tidak terpecah karena perbedaan ideologi yaitu Nasionalisme, Agama, Komunisme. Kelima orang tersebut adalah orang Islam religius, namun mereka berbeda ideologi kebangsaan. Muso, Alimin, Semaun, ingin mendirikan negara Komunis, Kartosuwiryo ingin mendirikan negara Islam, Soekarno ingin menjaga keutuhan NKRI berdasar Pancasila. Namun begitu kelima sila Pancasila sudah mewakili 3 ideologi tersebut. Sila 'keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia' ini mewakili ajaran Komunisme. Ya, ajaran Komunisme ada bagusnya, sama rata sama rasa, tidak boleh ada rakyat terlalu kaya, tidak boleh ada rakyat terlalu miskin. Mereka yang sangat kaya, hartanya harus dirampas negara dan disubsidikan ke orang - orang miskin. Andaikata sila kelima yang merupakan ajaran Komunisme ini benar - benar dilaksanakan maka rakyat akan makmur. Tapi ya begitu, jika sebuah ideologi dikemas menjadi sebuah partai kemudian dijadikan alat pergerakan untuk melakukan pemberontakan dalam rangka menggulingkan pemerintahan yang sah, maka akan terjadi pertumpahan darah. Siapa saja yang menghalangi pergerakan akan dibantai. Tidak ada urusan, sesama orang Islam pun jika menghalangi pergerakan ya dibantai juga. Dalam catatan sejarah, korban pemberontakan PKI dan Darul Islam berjumlah ratusan ribu, sebagian sumber menyampaikan sampai jutaan korban nyawa selama rentang sebelum masa kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan. Mau berbasis ideologi Komunisme ataupun Islamisme, jika digunakan sebagai alat pergerakan untuk menumbangkan pemerintahan yang sah, maka keduanya sama - sama kejamnya, tidak ada yang lebih baik diantaranya karena sama - sama meruntuhkan nilai - nilai kemanusiaan.

Kalian boleh menceritakan kekejaman PKI, tapi ceritakan juga kekejaman Darul Islam, berapa banyak orang Islam yang dibantai Darul Islam. Sampaikan fakta sejarah dengan jujur ke generasi muda, jangan dimanipulasi dengan kostum agama, seolah - olah hanya Islam yang jadi korban PKI, justru yang banyak korban adalah masyarakat awam dan tentara yang terjebak permainan politik praktis para politisi saat itu.